• Photo :
        • Ceramah di dalam masjid,
        Ceramah di dalam masjid

      Sahijab – Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan. Mengajak kepada kebaikan, tentunya harus dengan cara yang baik. Dakwah yang merangkul, bukan memukul, dan dakwah yang membawa rahmat, bukan laknat. Itulah metode yang dilakukan para penyebar Islam awal, dengan menginternalisasikan nilai Islam dalam konteks lokalitas dengan cara santun dan sejuk. .

      Bendahara Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU), Andi Nurhiyari Jamaro mengatakan bahwa soal keteladanan itu yang paling penting dimulai dari sikap. Karena, itu yang akan ditiru oleh umat atau yang akan menjadi panutan bagi mereka.

      "Karena ulama itu kan panutan, karena itu sangatlah penting bagi ulama untuk menunjukkan sikap yang baik maupun dari cara bertutur katanya," kata Andi, seperti dikutip Sahijab dari Republika.co.id.

      Baca juga: Kisah Imam Besar dengan Satu Setengah Pengikut​

      Menurut Andi, ulama itu selalu menjadi patron, sehingga apa yang ia ucapkan pasti akan diikuti pengikutnya dan dianggap itu adalah sesuatu yang benar dan akan ditiru. Karena itu, para pemuka agama atau tokoh agama haruslah menjaga betul sikap dan tutur katanya.

      "Kalau masyarakat sendiri yang menjadi pilihannya, pasti yang dia idolakan sesuai dengan dirinya. Karena, biasanya ulama-ulama yang diikuti ini dianggap bisa memberikan jalan keluar atau memberi kebutuhan-kebutuhan spirit kepada masyarakat," tambahnya.

      Lebih lanjut, ia berharap, agar masyarakat bisa memilah ulama-ulama dari tutur kata dan cara bersikapnya. Karena, masyarakat sendiri sekarang sudah sangat cerdas. Karena, di dalam pelajaran agama juga sudah diajarkan tata krama dan sopan santun.

      "Maka, kalau dari awal dia sudah belajar, harusnya dia juga sudah paham itu, tidak boleh untuk mencaci orang dan sebagainya. Karena, ada cara yang lebih sopan dan santun. Kalau memang ada masalah, tentunya bisa dibicarakan," tuturnya.

      Selain itu, dia juga berharap kepada para generasi muda supaya untuk lebih selektif, jangan terlalu cepat menanggapi jika ada sesuatu hal. Yang mana, tentunya harus dikaji terlebih dahulu, baru kemudian ditanggapi.

      Ia juga berharap, agar para generasi muda tidak ikut-ikutan kalau tidak paham dengan apa sesungguhnya tujuan sebenarnya dari suatu gerakan.

      Baca juga: Begini Pengertian Saleh dan Saleha Menurut Ulama​

      Berita Terkait :
  • Trending

    Obrolan

Jangan Lewatkan