• Photo :
        • Kabah di Mekah, Arab Saudi,
        Kabah di Mekah, Arab Saudi

      Sahijab – Jelang sebulan pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 2020 Masehi atau 1441 Hijriah, tercatat hampir 900 jamaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih 1441 H. 

      "Sampai hari ini, ada 897 jamaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan. Sebanyak 851 jamaah sudah keluar Surat Perintah Membayar dan mestinya sudah terkirim uangnya ke rekening mereka," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin di Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.

      Jamaah atau jemaah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang artinya kumpulan atau rombongan orang beribadah.

      Baca juga: Kemenag Diminta Transparan soal Dana Optimalisasi Haji Khusus

      Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan pembatalan keberangkatan jemaah haji 1441 H pada 2 Juni 2020 lalu. Bersamaan dengan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jmaah yang sudah melunasi Bipih untuk menarik kembali setoran pelunasannya.

      Permohonan pengembalian diajukan jamaah ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Pengajuan itu lalu diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Penerima Setoran (BPS). 

      Setelah mendapat Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, BPS akan mentransfer dananya ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Kankemenag Kab/Kota.

      "Sejauh ini, pengurusan pengembalian setoran pelunasan jemaah sesuai prosedur, maksimal sembilan hari," kata Muhajirin. 

      Menurutnya, dari 897 jamaah yang mengajukan, ada empat orang yang masuk kategori prioritas lansia dan 21 orang yang masuk kategori cadangan.

      Mulai tahun ini, Kemenag mengalokasikan satu persen kuota prioritas lansia. Jumlahnya sekitar 2.000 jamaah. Selain itu, ada lebih 4.000 jamaah yang melakukan pelunasan dengan status cadangan.

      Muhajirin menambahkan, jamaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan, tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan jumlah pengajuan terbesar adalah Jawa Timur (172), Jawa Tengah (161), Jawa Barat 130), Sumatera Utara (60), dan Lampung (46). Provinsi Maluku baru satu jemaah yang mengajukan permohonan. Ada tiga provinsi dengan dua jemaah mengajukan pengembalian setoran awal, yaitu: Maluku Utara, Papua, dan Kalimantan Utara.

      Baca juga: Biaya Haji 2020 Diambil Semua, Status Nomor Porsi Haji Batal Berangkat

      Berita Terkait :
  • Trending

    Obrolan

Jangan Lewatkan